Kepsek MI Nurul Akhyar Siap Kawal KJP Tepat sasaran

Budayabangsabangsa.com – JAKARTA, Kartu Jakarta Pintar(KJP) merupakan bantuan riil Pemprov DKI Jakarta kepada siswa-siswi yang kurang mampu, belakangan ini, KJP banyak salah sasaran, dari mulai penyelewengan penggunaan dana KJP itu sendiri sampai  salah  sasaran penerima KJP, mungkin inilah yang membuat Kepala Sekolah MI Nurul Akhyar Sukapura Jakarta Utara mengkoordinir pembelian seragam sekolah, sepatu, buku, alat tulis dan semua kebutuhan sekolah.

Menurut keterangan para orang tua siswa Nurul Akhyar, semua kartu KJP dan Buku tabungan Bank DKI disuruh dikumpulkan ke Kepsek MI Nurul Akhyar, tujuannya, agar pembelian sarana sekolah dikoordinir oleh pihak sekolah, kata mereka.
Tentu saja, tindakan  arogan sang Kepsek mengundang reaksi keras dari orang tua siswa, hal ini terbukti dengan datangnya beberapa orang tua siswa ke kantor Budaya Bangsa Bangsa.com di Jl. Hj. Tiung Plumpang Semper, mereka mengadukan tindakan Kepsek,”kami dipaksa untuk menyerahkan kartu KJP, kalau tidak mau menyerahkan kartu KJP, kami diancam tidak akan diajukan lagi sebagai penerima KJP, tentu saja kami takut,”ungkap mereka dikantor Budaya Bangsa Bangsa.com Minggu (30/08)
Berdasarkan pengaduan tersebut, redaksi Budaya Bangsa Bangsa.com mengirim surat konfirmasi tertanggal 1/09/2015 ke Kepala Sekolah MI Nurul Akhyar Ahmad Soleh, selang satu hari setelah surat diterima, Ahmad Soleh mendatangi kantor redaksi di Jl, H.Tiung Plumpang Semper Jakarta Utara.

Kedatangan Ahmad Soleh selaku Kepsek MI Nurul Akhyar didampingi guru Muhida dan Muharoh adalah: untuk mengklarifikasi pengumpulan kartu KJP oleh pihak sekolah,”kami mengumpulkan kartu KJP berdasarkan kesepakatan antara orang tua siswa dengan kami saat rapat, ini notulen rapatnya,” ungkap Ahmad sambil menunjukan notulen rapat.
“niat kami hanya ingin membantu para orang tua dalam membelanjakan KJP, sehingga tepat guna, karena banyak dari mereka yang tidak bisa menggunakan kartu KJP, hal ini mengundang keprihatinan pihak sekolah, akhirnya, kami berembuk dan disepakatilah bahwa: pembelian keperluan sekolah siswa dikoordinir oleh sekolah, sehingga secara otomatis, orang tua menyerahkan kartu KJP ke pihak sekolah ( KJP),” tuturnya.
“dalam hal ini kami mengaku salah, tetapi kami melakukan itu semua tanpa tendensi kepentingan pribadi, sengaja kami datang kesini untuk menjelaskan duduk persoalan yang sebenarnya, saya tidak tahu kalau niat baik diasumsikan negatif oleh orang tua siswa, kami sudah mengembalikan kartu KJP sebanyak 23 kartu ke orang tua siswa, kami tidak mau repot – repot,” sambungnya.

“kami siap mendukung penyaluran KJP tepat sasaran, ini kami garansi dengan melakukan survei langsung ke rumah orang tua siswa, hal ini untuk menghindari KJP yang salah sasaran,” pungkas Ahmad dikantor Budayabangsabangsa.com.

About admin 269 Articles
Seorang Admin Yang Hobi dengan Berita dan Web Programming

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*