Kementerian PMK Sebagai Leading Akan Dukung Sosialisasi Revolusi Mental

 

Oleh: Redaksi

 

JAKARTA, Budayabangsabangsa.com   Revolusi mental yang merupakan program unggulan Presiden Republik Indonesia Joko Widodo yang akrab disapa Jokowi ini jauh sebelum Ia menjadi Presiden telah didengungkan sebagai program nasional yang akan diusungnya demi menghantarkan Indonesia pada kemajuan, baik dari segi penegakan hukum maupun pembangunan, namun sampai saat ini, diusia pemerintahan Jokowi yang hampir sudah satu tahun, apa itu "Revolusi Mental" bagaimana penjabarannya, belum ada yang bisa menjelaskannya.

 

 

hal ini diakui Kabid Sejarah Purbakala dan Warisan Dunia Kementerian Pemberdayaan Manusia dan Kebudayaan Dohardo, Pakpahan kepada Badan Peneliti Independen Kekayaan Pejabat Negara Dan Pengusaha Nasional atau Pengguna Anggaran (BPI KPN – PN/PA) dalam audiensi di Gedung PMK lt 5 Jakarta Jum'at (21/08).

"sampai saat ini kami baru bisa melakukan sosialisasi tentang perlunya Revolusi mental dikalangan penegak hukum dan penyelenggara negara, SKPD, Pengusaha dan seluruh element masyarakat, namun tentang isi materi apa itu revolusi mental, kami juga belum mendapatkan penjelasannya, tetapi kemarin Jum'at (14/08) dalam pidato Kepresidenan, Presiden Jokowi sudah menjelaskan secara garis besar apa itu yang dimaksud revolusi mental," ungkap Dohardo

 

"menurut Presiden RI yang kami ketahui saat beliau pidato kenegaraan di Senayan,Revolusi mental mengusung tiga prioritas utama, yang pertama adalah: Integritas, Etos kerja dan gotong royong, Integritas  dapat diartikan sebagai kesesuaian antara apa yang dikatakan dengan apa yang diperbuat,Sementara etos kerja dapat diartikan sebagai sebuah sikap yang berorientasi pada hasil yang terbaik,. Sedangkan gotong royong, kata dia, dapat diartikan sebagai sebuah keyakinan mengenai pentingnya melakukan kegiatan secara bersama-sama agar dapat berjalan efektif dan efisien. katanya.

 

Walau demikian, Dohardo berjanji kepada BPI DKI Jakarta, "kami siap mendukung seluruh masyarakat yang ingin menyukseskan program nasional gerakan revolusi mental ini, kami siap memberikan rekomendasi kepada ormas, lsm kepada tujuh kementerian yang ada dibawah kordinasi k ami terkait penyelenggaraan seminar – seminar "Revolusi Mental" oleh masyarakat," janjinya.

Sebagaimana diketahui, kepada awak media, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani berpendapat, pidato kenegaraan Presiden Joko Widodo menjelang HUT ke-70 Proklamasi Kemerdekaan menegaskan perlunya Gerakan Nasional Revolusi Mental (GNRM).

"Pidato Presiden di depan Sidang Bersama DPD RI dan DPR RI menegaskan kembali mengenai perlunya GNRM," kata Puan, Jumat (14/8). 

Ia menjelaskan, dalam pidato tersebut, Presiden Joko Widodo menilai GNRM akan menyuburkan kembali nilai-nilai semangat juang, optimisme, kerja keras, kesantunan, tata krama dan memperkokoh karakter bangsa. Selain itu, Presiden menilai GNRM akan memperkuat tatanan kehidupan berbangsa dan bernegara berdasarkan Pancasila dan UUD 1945.

Untuk itu, kata Puan, menjadi tugas dan kewajiban bersama seluruh elemen bangsa untuk mengimplementasikan gerakan nasional tersebut guna mewujudkan Indonesia baru. Revolusi Mental, tambah dia, mengusung tiga nilai utama, yaitu integritas, etos kerja dan juga gotong royong.

Sementara itu, Puan menambahkan, istilah Revolusi Mental pertama kali dicetuskan oleh Presiden pertama, Soekarno dalam pidato kenegaraan memperingati Proklamasi Kemerdekaan tanggal 17 Agustus 1957.

"Semangat revolusi mental tersebut kemudian menjadi dasar bagi Soekarno pada tanggal 17 Agustus 1964 untuk memperkenalkan gagasan Trisakti," pungkasnya.

 

 

 

 

 
 
About admin 270 Articles
Seorang Admin Yang Hobi dengan Berita dan Web Programming

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*