Kasat Narkoba Jakarta Barat Afrisal : Saya Akan Tembak Mati Bandar Narkoba

JAKARTA, Budayabangsabangsa.com   Peredaran narkoba, seolah tak ada habisnya, makin diburu makin bertumbuh, ironis memang, target Indonesia bebas narkoba tahun 2015, sepertinya hanya mimpi saja, sebuah realitas dramatik seorang gembong narkoba Freddy Budiman, LAPAS Ia jadikan  pabrik narkoba,tak hanya disitu, gembong narkoba yang pernah terlibat peredaran 1.412.476 butir ekstasi pada Mei 2012 ini terbukti dapat mengendalikan jaringan narkoba dari bilik penjara. ini suatu realita yang harus diakui  oleh para penggerak anti narkoba dan aparat penegak hukum, untuk mencegah timbulnya korban baru, negara sudah mengangarkan dana rehabilitasi bagi para penyalah guna narkoba Rehabilitasi korban narkotika yang saat ini baru mencapai 18.000 pencandu akan ditingkatkan menjadi 100.000 tahun ini dan ditargetkan mencapai 400.000 pencandu pada 2016. Untuk tahun ini, pemerintah sudah menyediakan anggaran rehabilitasi bagi 100.000 pencandu.

 

Presiden Joko Widodo dalam peringatan hari anti narkoba menyatakan perang terhadap narkoba karena dapat merusak karakter, fisik, dan kesehatan menusia serta dalam jangka panjang bisa mengganggu daya saing dan kemajuan bangsa.

 

"Tidak ada pilihan lain bagi kita untuk menyatakan perang terhadap narkoba," kata Jokowi saat pidato peringatan Hari Anti Narkoba Internasional (HANI) di Istana Negara Jakarta, Jumat.

 

Presiden menyatakan korban narkoba Indonesia pada tahun ini mencapai 4,1 juta orang atau 2,2 % dari total penduduk dan kerugian material mencapai Rp 63 triliun. "Kejahatan narkoba ini digolongkan extra oldinary (kejahatan luar biasa) dan serius, terlebih lagi kejahatan narkoba terjadi di lintas negara dan terorganisasi, sehingga menjadi ancaman nyata yang membutuhkan penanganan serius dan mendesak," katanya. Untuk itu, Presiden meminta perang terhadap narkoba ini tidak hanya dibebankan kepada BNN, tetapi semua pihak harus turun tangan dan meninggalkan ego sektoral.

 

Jokowi meminta para pihak untuk menata langkah dalam memberantas narkoba ini, yakni dengan meningkatkan langkah pencegahan. "Langkah pencegahan penyalahgunaan narkoba harus lebih gencar dari pusat sampai daerah, di mana harus terukur dan berkelanjutan," katanya. Presiden meminta upaya peningkatan terapi dan rehabilitasi bagi korban penyalahgunaan narkoba, di mana tahun lalu 18 ribu tahun ini ditingkatkan menjadi 100 ribu dan tahun depan 200 ribu.

 

"Terus dilipatkan lagi karena kita kejar-kejaran dengan pengguna narkoba memang yang terus meningkat," harapnya. Jokowi juga meminta para aparat keamanan untuk lebih berani melakukan penegakan hukum bagi para pelaku kejahatan narkoba. "Tangkap dan tindak tegas bandar, pengedar dan pemain besarnya. tidak ada ampun, dan saya meminta aparat meningkatkan kemampuan perkuat kerjasama antarlembaga, jangan terjebak dalam ego sektoral," tegas presiden.

 

Jokowi juga meminta aparat memperluas kerjasama intelijen narkoba dengan komunitas internasional dan menindak keras oknum aparat keamanan atau pemerintah yang menjadi beking bandar narkoba.

 

Dia juga meminta memperketat pengawasan lembaga pemasyarakatan agar tidak menjadi pusat peredaran narkoba. "Itu harus berhenti dan tidak ada lagi LP dipakai sebagai pusat peredaran narkoba," katanya. Presiden juga meminta peningkatan pengawasan di semua pintu masuk, seperti pelabuhan, baik besar, menengah dan kecil serta wilayah pesisir yang sering dijadikan sebagai tempat penyeludupan narkoba.

 

"Semoga puncak peringatan hari narkoba internasional 2015 ini bisa dijadikan momentum untuk melakukan aksi bersama melibatkan bangsa ini dari bahaya narkoba," harap Presiden.

 

Senada dengan Presiden Republik Indonesia, Kasat Narkoba Jakarta Barat, AKBP Afrisal, SIK, saat ditemui diruang kerjanya Jum’at (04/09) mengatakan,”saya akan tembak mati bandar narkoba, karena kalau hanya ditangkap, nanti dalam penjara dia tetap mengendalikan bisnis barang haram tersebut dari dalam penjara, jadi lebih baik saya tembak ditempat,” tegas mantan Kapolsek Taman Sari tersebut.

 

“saya tidak setuju dengan rumor “Polisi pelihara bandar” jika ada yang bicara seperti itu, siapa orangnya, bisakah dia tunjukan buktinya, jika memang terbukti, saya yang menembak mati bandar barang haram tersebut, saya akan dukung sepenuhnya program pemerintah terkait 100 ribu rehabilitasi gratis bagi pecandu, mengapa? Mereka adalah korban yang harus dipulihkan masadepan dan harga dirinya,” pungkas Afrisal optimis. (Rukmana)

 
 
About admin 270 Articles
Seorang Admin Yang Hobi dengan Berita dan Web Programming

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*