Kapolres Cianjur Diduga Petieskan Kasus Cek Bodong

CIANJUR JAWA BARTA, Budayabangsabangsa.com  Tribrata Polri Melindungi, Melayani dan Mengayomi Masyarakat dikangkangi Kapolres Cianjur AKBP Asep Guntur  pasalnya, Kasus penipuan yang dilaporkan H. Syukur pada 25 Februari 2015 hingga saat ini pelakunya belum ditangkap, kasus penipuan bermula dari perkenalan H. Syukur dengan Neneng melalui seorang anggota Kodim Cianjur Jawa barat, siapa sangka perkenalan yang begitu manis berbuah petaka, Januari 2015 Neneng datang kerumah H. syukur dan mohon bantuan terkait proyek pengurugan yang diperolehnya dari Desa, sembari menunjukan Surat Perintah Kerja (SPK) Neneng memohon dipinjami uang untuk modal proyek tersebut," pak Haji saya  minta dipinjamin modal untuk proyek pengurugan di  Kp. Leumbur Sawah Ds. Sukasirna Kc. Suka Luyu KB. Cianjur," ucap Neneng seperti yang ditirukan H. Syukur.

"karena saya iba akhirnya saya bantu Neneng bayarin material pengurugan, sewa Dum truck, sampai proyek pengurugan mencapai 90%, dan saat saya tagih ke Neneng, saya diberi cek Mandiri senilai Rp. 4 Miliar 4 ratus juta, namun tidak disangka setelah cek itu dikonfirmasikan ke Bank Mandiri, ternyata Cek Mandiri atas Nama Hendar (suami Neneng) hanya bernilai Rp.150 juta , ini kan pidana murni, mengapa Kapolres Cianjur pura – pura tidak tahu masalah ini dan membiarkan kasus ini berlarut – larut hingga sekarang," ungkap H. Syukur kesal.

Kecewa dengan kinerja  Penyidik Polres Cianjur, H. Syukur mengadukan hal ini ke Was Sidik Polri dan Propam Mabes Polri  pertengahan Oktober 2015, untuk mendapatkan keterangan lebih lanjut, Amunisi mendatangi rumah dinas Kapolres Cianjur Jum'at (30/10) di Jl. Sela Kopi Cianjur Jawa Barat.

Ada Kesan Kasus Penipuan Dipetieskan

kepada Amunisi, Jaya Pos dan dimensinews.com AKBP Asep Guntur menjelaskan," sampai saat ini kasus yang dilaporkan dengan H. Syukur dengan no Lp /73/B/II/ 2015/JR/ RES CJR 25 Februari 2015 terlapor Neneng masih belum bisa ditentukan apakah ini pidana atau perdata, saya masih terus memepelajarinya," ujar Asep

"saya bisa butuh waktu bertahun-tahun untuk menentukan kasus ini pidana atau perdata, karena masalah ini sangat rumit," tegas Kapolres Cianjur.

Kabid Humas Polda Jawa Barat Tidak Bersahabat Dengan Awak Media

Tidak puas dengan keterangan Asep, Amunisi, Jaya Pos dan dimensinews.com meminta keterangan dari Kabid Humas Polda Jawa Barat AKBP Joko, namun sungguh disayangkan, setelah menunggu 5 jam dari Jam 8:00 sampai jam 13:00 namun Joko kurang merespons kedatangan tim investigasi BPI, walau demikian, tim investigasi tak patah arang, tim menemui Kanit Propam Polda Jabar Kompol Deden Suryadi,"pernyataan Kapolres Cianjur sudah menyalahi Perkap no: 4 tahun 2014 tentang pertanggung jawaban administrasi keuangan negara dengan Peraturan Kapolri ini, seharusnya Kapolres mempunyai target penyelesaian kasus," ungkap Deden.

Masih menurut Deden, seharusnya Kapolres mengacu kepada Perkaba no.4 2014 tentang standar penyidikan, ini tidak boleh dibiarkan, selaku pengawasan internal Kepolisian saya akan segera memanggil Kapolres Cianjur," tegasnya.

Sekretaris BPI DKI Jakarta Dharma Leksmana mengutuk keras Kapolres Cianjur atas molornya penanganan kasus penipuan," Kapolres sudah melanggar 3P 5 Hal yang menjadi Mooto Polda Jabar dalam melayani masyarakat, Kapolres dan Penyidik tidak menjadi Konsultan yang solutif dalam penanganan Kasus penipuan dengan terlapor Neneng, jika Asep Guntur (Kapolres Cianjur) profesional, kasus penipuan tidak akan berlarut-larut begini, karena bukti pemberian Cek Mandiri yang ternyata bodong kepada H. Syukur oleh Neneng dan penolakan Bank Mandiri sudah diserahkan kepada Bripka Dudi (Penyidik Polres Cianjur), jadi kalau Asep bilang belum bisa memastikan perkara ini perdata atau pidana, ini aneh dan sangat tidak profesional, Kapolres Cianjur harus mempertanggung jawabkan ucapannya dihadapan hukum, Pengawwas internal Kepolisian harus memanggil Kapolres Cianjur atas statmentnya tersebut," tegas Dharma

"saya akan menyurati Kapolri terkait kasus ini, jika penegak hukum (Polisi) seperti ini, mau jadi apa negara ini, selaku wakil masyarakat saya punya hak untuk menuntut Polri bekerja Profesional,Proporsional dan prosedural, Asep sudah melanggar 3 P tersebut, saya berharap Propam Polda Jabar tidak masuk angin, Senin (2/10) kami sudah memberikan atensi kepada Kompol Deden Suryadi terkait statment ngawur Kapolres," pungkas Dharma. (Dharma)

 
 
About admin 269 Articles
Seorang Admin Yang Hobi dengan Berita dan Web Programming

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*