Kampus Al-Zaytun Memberi Contoh Kepada Generasi Masa Kini Dengan Menanam

Budayabangsabangsa.com – Jakarta, 28/09/2019.

Sejumlah civitas kampus Al-Zaytun di pagi hari sabtu, 28 september 2019 yang sejuk melakukan kegiatan yang tidak biasa dilakukan oleh banyak kalangan di akhir pekan. Biasanya saat akhir pekan banyak orang lakukan kegiatan dengan melakukan plesiran ke tempat yang menyenangkan agar bisa refresh saat hari senin datang.

IMG-20190929-WA0013Ada yang pergi ke mall, taman mini Indonesia Indah, kebun raya bogor, kebun binatang ragunan dan taman impian jaya ancol serta taman bunga wiladatika cibubur. Bersama sama keluarga refreshing melepas penat menikmati hari libur penuhi kebutuhan tersier. Pemandangan itu tidak akan terlihat bila kita lihat kampus Al Zaytun yang miliki luas 1200 hektar, banyak kita jumpai disana para civitas kampus Al Zaytun lakukan suatu kegiatan yang amat jarang kita temui pada kesempatan yang sama. Yaitu tiga M (menanam, menyiram dan merawat tanaman di lahan yang sangat luas tersebut.

Saat dijumpai awak media bapak Poernama civitas kampus Al Zaytun menyampaikan, kegiatan ini kami lakukan rutin agar lahan yang ada di kampus Al Zaytun dipenuhi tanaman yang hijau dan rindang. Agar semua ekosistem alam disekitar kampus ini berlanjut sesuai dengan habitatnya, misal makhluk yang ada di udara burung bisa berdatangan hinggap didahan dahan pohon lakukan tugasnya berkicau dan membantu proses penyerbukan putik sari dari bunga hingga pohon berkembang ikuti proses alamnya.

Makhluk yang didalam tanah, yaitu cacing tanah melakukan tugasnya membuat tanah jadi gembur dan subur sehingga membantu proses pohon untuk memudahkan akar mencari sari pati makanan. Itulah yang disebut menanam harus memiliki dasar ilmu pengetahuan yang jelas akan keberlangsungan kehidupan flora dan fauna dilingkungan kampus imbuhnya.

IMG-20190929-WA0015Hal ini sangat berbeda sekali yang terjadi diluar kampus, saat ini banyak sekali orang yang enggan untuk menanam. Karena mereka pikir itu tugas petani yang tinggal di pelosok desa saja. Sehingga yang terjadi banyak sekali lahan lahan produktif yang di aliri lahan irigasi teknis sekalipun ditanami oleh pohon yang tidak semestinya, contohnya perumahan dan areal bangunan lainya yang tidak sesuai dengan RTRW (rencana tata ruang dan wilayah) sebuah kota dan kabupaten. Hal ini disampaikan oleh praktisi lingkungan hidup dan sejarah budaya kota Bekasi abang Bosang alias Sapturi.

Kepada awak media saat dihubungi mengatakan juga, hal ini tidak terlepas dari kepentingan ekonomi orang perorang yang didesak kebutuhan hidup sehari hari. Mereka rela menjual apa saja untuk penuhi kebutuhan gaya hidupnya tanpa memikirkan apa yang akan menjadi efek dari sebuah keberlangsungan hidup orang banyak dan alam sekitarnya. Maka sudah menjadi tugas kita semua untuk memelihara lingkungan hidup ini tanpa mengenal ruang dan waktu agar titipan anak cucu ini bisa kita berikan utuh tanpa ada kurangnya imbuhnya lagi. (Iwan)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*