INDOCOMTECH di Pindah Tangankan Tanpa Persetujuan Anggota APKOMINDO

Budayabangsabangsa.com – Jakarta, Dalam buku sejarah Asosiasi Pengusaha Komputer Indonesia atau disingkat dengan APKOMINDO yang diririkan pada tanggal 21 Februari 1992, sangat jelas tertuliskan bahwa pada tanggal 14-22 Nopember 1992 APKOMINDO menyelenggarakan Pameran yang pertama dan terbesar di Indonesia yang dinamakan INDOCOMTECH, bertempat di Kemayoran.

Tentu saja fakta ini tidak terbantahkan dan diketahui oleh serluruh anggota APKOMINDO jika membaca ulang buku sejarah tersebut, apalagi  INDOCOMTECH selalu hadir dan dinanti-nantikan setiap tahunnya, sebut saja sejak tahun 1994, tepatnya pada tanggal 7 – 11 September 1994, APKOMINDO menyelenggarakan Pameran INDOCOMTECH untuk pertama kalinya menjalin kerjasama dengan pihak DYANDRA PROMOSINDO, dan perjalanan kerjasama antara APKOMINDO dengan DYANDRA PROMOSINDO  tersebut berlangsung sampai penyelenggaraan INDOCOMTECH tahun 2007, atau tepatnya diselengarakan pada tanggal 14 – 18 November 2007.

Sedangkan untuk penyelenggaraan INDOCOMTECH tahun 2008 tidak diselenggarakan oleh pihak APKOMINDO lagi, melainkan oleh pihak Yayasan Apkomindo Indonesia atau disingkat YAI yang didirikan pada tanggal 25 Januari 2006, dalam hal pemindahan tersebut dilakukan tanpa ada persetujuan anggota APKOMINDO dan tanpa melalui rapat anggota, tentu saja hal ini harus diungkap karena ternyata diduga dalam penyelenggaraan pameran INDOCOMTECH  merupakan mesin uang bagi Asosiasi APKOMINDO yang tidak pernah diinformasikan jumlahnya kepada anggota dari tahun ke tahun.

Oleh karena diperkirakan jumlah yang dihasilkan dalam penyelenggaraan INDOCOMTECH itu sangat besar sekali, dan dengan alasan untuk menyelamatkan aset-aset APKOMINDO, beberapa orang sebut saja Hidayat Tjokrodjojo, Sonny Franslay, Agus Setiawan Lie dan Irwan Japari secara sepihak mendirikan Yayasan Apkomindo Indonesia dan mengelola pameran INDOCOMTECH mulai tahun 2008 sampai dengan saat ini, dimana tentu saja hasil-hasil keuntungannya telah mencampai milyaran rupiah dan tidak akan dapat dinikmati oleh anggota APKOMINDO yang asosiasi, bahkan bisa dipertanyakan juga tentang Visi dan Misi serta Maksud dan Tujuan didirikannya Yayasan Apkomindo Indonesia tersebut?  tersebut tentu sangatlah merugikan bagi Apkomindo yang asosiasi.

Menurut Ketua Umum APKOMINDO, Soegiharto Santoso atau yang akrab disapa Hoky, “saya awalnya tidak tertarik untuky mempermasalahkan urusan pameran INDOCOMTECH dipindahtangankanu dari APKOMINDO ke Yayasan Apkomindo Indonesia atau YAI tanpa persetujuan anggota, terbukti saya terpilih di MUNAS APKOMINDO (13 – 15 Febuari 2015) dan pada saat penyelenggaraan  pameran INDOCOMTECH oleh YAI di tahun 2015 saya Ok-Ok saja, namun untuk tahun 2016 ini tentu saja berbeda, karena pada saat RAPIMNAS APKOMINDO yang diselenggarakan pada tanggal 21 Juni 2016 yang lalu telah diamanahkan diantaranya ‘Menugaskan dan memberi mandat kepada DPP APKOMINDO untuk mengambil segala tindakan yang diperlukan untuk menghadapi tuntutan hukum terkait penggunaan Merek dan Logo APKOMINDO termasuk dan tidak terbatas melakukan gugatan hukum ke pengadilan, membuat laporan polisi berkaitan atas proses penggunaan Merek dan Logo APKOMINDO sebagai milik pribadi Saudara SONNY FRANSLAY, serta tindakan-tindakan lain yang dipandang perlu dilakukan untuk menyelamatkan aset-aset APKOMINDO dari segala hal yang terindikasi berupa tindakan pelanggaran hukum dan semua perbuatan tidak menyenangkan serta perbuatan pencemaran nama baik terkait APKOMINDO.’

Oleh karena itulah pada hari ini, Rabu tanggal 26 Oktober 2016 saya selaku Ketum APKOMINDO dengan didampingi oleh beberapa pengurus APKOMINDO membuat laporan polisi ke Polda Metro Jaya, karena berbagai upaya via komunikasi milis Apkomindo dan milis MASTEL tidak ditanggapi sama sekali oleh  Hidayat Tjokrodjojo.” ungkap Hoky.

Hoky menambahkan, “Amanah tersebut diputuskan pada saat RAPIMNAS karena sikap para pendiri ataupun pemilik Yayasan Apkomindo Indonesia telah melampaui batas toleransi dalam hal pertemanan maupun etika dalam berorganisasi, terbukti meskpiun telah menguasai event INDOCOMTEH sejak tahun 2008 dan berhasil mengumpulkan uang yang cukup besar, ternyata masih tidak cukup juga, kemudian, pada tanggal  11 Agustus 2011, Hidayat Tjokrodjojo membekukan secara semena-mena terhadap Ketum APKOMINDO  Suhanda Wijaya & Sekjen APKOMINDO Setyo Handoyo, kebetulan suara rekamannya dahulu telah diupload ke www.4shared.com oleh salah satu peserta rapat dengan menggunakan nama samaran Herman Adiguna dan telah diseberluaskan keberbagai milis, sehingga saat ini dapat kita dengarkan secara langsung melalui  http://bit.ly/2eLkRCT, sehingga kita dapat mengetahui proses pembekuan yang semena-mena dan mendapat perlawanan dari seluruh DPD Apkomindo dengan cara melakukan MOSI TIDAK PERCAYA terhadap para pelaku pembekuan tersebut.” pungkas Hoky.

Lebih lanjut Hoky menambahkan, “Tidak berhenti disitu, banyak hal yang telah melampaui batas toleransi, bahkan dapat dikatakan konflik di APKOMINDO memang lebih dahsyat dari konflik di Partai Politik karena ulah para pendirinya, perhatikan saja proses pertikaiannya sejak tahun 2011 dan telah melalaui persidangan di PN JakTim, di PTUN dan PTTUN, semua gugatan pihak Pendiri gagal dan saat ini sedang proses di MA, lalu masih ada laporkan di Polres JakPus yang telah SP3, kemudian membuat 3 laporan di Bareskrim, selengkapnya bisa search via google dengan kata kunci ‘Diduga Event Indocomtech Hanya Dijadikan Ajang Memperkaya Segelintir Orang Yayasan APKOMINDO’ dan  ‘ADA SINYALEMEN BOLA PANAS INDOCOMTECH 2016 AKAN MELEDAK’.

Dengan demikian tentunya semua pihak akan semakin terbuka dan semakin mengerti tentang prilaku para pendiri sekaligus pemilik Yayasan Apkomindo Indonesia ini, harapannya tentu teman-teman media berkenan membantu meliput serta membantu mengungkap fakta-fakta yang ada, khususnya pihak POLRI setelah menerima Laporan dari kami segera bergerak cepat untuk mengungkap kasus ini, apalagi hari Rabu depan 2-6 Nopember 2016, akan ada penyenggaraan pameran INDOCOMTECH 2016 di Jakarta.
img-20161026-wa0162
Karena para  pendiri sekaligus pemilik Yayasan Apkomindo Indonesia terus mengganggu pengurus APKOMINDO yang sah, bahkan ada pihak yang secara terbuka menyatakan ‘Ada orang yang sudah siap menyediakan dana supaya Hoky masuk penjara’, terbukti saat ini saya selaku Ketum Apkomindo dan Dicky Purnawibawa selaku Ketua DPD Apkomindo DIY telah dijadikan tersangka dimana didalam BAP nya tertuliskan: ‘(IR SOEGIHARTO SANTOSO) diperiksa dan didengar keterangannya sebagai Tersangka dalam Perkara Tindak Pidana Hak Cipta dengan sengaja dan tanpa hak  menggunakan logo APKOMINDO  milik SONNY FRANSLAY selaku Pencipta dan pemegang Hak Cipta, Jenis Ciptaan Seni Logo, Judul APKOMINDO dengan nomor pendaftaran : 050083. Yang dipergunakann untuk kepentingan Organisasi Asosisai Pengusaha Komputer Indonesia atau disingkat APKOMINDO, sebagaimana dimaksud dalam Pasal Pasal 113 ayat (3),(4) UU No 28 Tahun 2014 ttg Hak Cipta, berdasarkan Laporan Polisi Nomor : LP/392/IV/2016/Bareskrim, tanggal 14 April 2016.’

Tentu saja hal ini menjadi sangat janggal, dimana saya selaku Ketum Apkomindo yang sah serta Nama dan logo Apkomindo telah dipergunakan sejak tahun 1992 dan telah sesuai dengan AD dan ART Apkomindo, serta saya menggunakannya untuk kepentingan Organisasi APKOMINDO, belum lagi ada bukti didalam buku sejarah AD dan ART Apkomindo ada tertuliskan dalam Teks Pidato  Sonny Franslay tertanggal 20 September 1991, Persepakatan Pembentukan APKOMINDO, namun ternyata saya tetap bisa dijadikan Tersangka, apakah ini ada kaitannya dengan ungkapan ‘Ada orang yang sudah siap menyediakan dana supaya Hoky masuk penjara’,? Pada saat nya semua akan terungkap, karena saya percaya: ‘Kebenaran tid ak akan pernah memihak, Tidak ada batas waktu untuk mencari kebenaran, dan Kebenaran tidak akan pernah pergi serta Kebenaran akan datang pada waktunya, Amin’.
Informasi lebih lanjut harap menghubungi:
Ir. Soegiharto Santoso/ Hoky.
Ketum DPP APKOMINDO
2015 -2018
Mobile :  +62816700169
Email :  ketum@apkomindo.or.id
Website :  www.apkomindo.or.id

Sementara itu kuasa hukum Hoky, Riswanto S.H, kepada awak media di Polda Metro Jaya mengatakan,”hari ini Rabu (26/10/16) saya mendampingi klien saya (Hoky) membuat laporan terkait adanya dugaan.

About admin 270 Articles
Seorang Admin Yang Hobi dengan Berita dan Web Programming

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*