Indahnya Bakti Ramdhan Santri Al-Zaytun (MAZ)

Budayabangsabangsa.com – Indramayu Al-Zaytun 07/06/2017 “Bakti Ramdhan 1438 H dari Santri Ma’had Al-Zaytun (MAZ) untuk Mustahiq” di Lingkungan Indramayu di pagi yang ceria walau mendung.

Tampak berdiri tegap seramai 120 Santri dan 30 Guru Al-Zaytun, dihadapan Ust Budi Satrio Ketua Majelis Guru membuka acara seremonial bakti ramadhan ini sekaligus memberi motivasi dan arahan sebelum memulai keberangkatan Opmaz (Organisasi Pelajar Mahad Al-Zaytun) dan para civitas Al-Zaytun menuju ke kediaman mustahik
.
Ust Budi Satrio berpesan, “jaga sikap jaga ucapan karena kalian adalah santri yang sedang di didik menjadi santri yang baik bagi masyarakat luas (Rahmatan Lil Alamin)”, ungkapnya.

Tepat pukul 08:00 tanggal 07 Juni 2017 di latar Gedung Mashyikoh dengan berpakaian pramuka dan pandu terlihat wajah wajah ceria bersemangat dan antusias, santri Al-Zaytun International school total seluruh santri 120 orang, juga di ikuti oleh Ustad dan ustazah (Guru) sebanyak 30 orang guru. serta 6 orang security sudah siap siaga untuk berangkat dari Mahad Al-Zaytun yang letaknya di tengah tengah hutan.

Hari ini memasuki puasa hari ke 5 di bulan ramadhan 1438 H, mereka siap berangkat dengan 3 buah kendaraan truk besar, mereka memadati gedung Mashikoh berbaris rapi layaknya tentara dengan membawa visi dan misi.

WhatsApp Image 2017-06-08 at 07.15.49

Terlihat seluruh petugas telah siap siaga ketika mengikuti acara pembukaan untuk keberangkatan menuju rumah para mustahiq.

Menurut informasi dari panitia, MAZ menyediakan paket yang akan dibagikan sebanyak 1.215 paket beras dan 1.215 gula, ini adalah hasil budi daya produksi pertanian Al-Zaytun secara mandiri dan sekarang akan disebar dibeberapa desa di Indramayu, diantaranya desa Mekarjaya, Punduan, Temiyang, Tanjung Kerta, Gabus watan, Suka Slamet dan Haurgelis Anjatan.

Acara seperti ini rutin setiap tahun dibulan ramadhan dan ini sangat di tunggu tunggu oleh santri dan civitas sekolah yang bermotto “Pusat Pendidikan dan Toleransi Perdamaian” ini.

Menurut satu diantara warga yang kami wawancarai mengatakan “saya sangat senang dan terharu serta bangga terhadap Mahad Al-Zaytun yang selalu tak pernah lupa memberikan Zakat dan shodakohnya kedesa saya, mohon sampaikan juga kepada orang orang ma’had, saya ingin mengucapkan terima kasih sebesar besarnya kepada Syaykh AS Panji Gumilang semoga Al-Zaytun tetap jaya dan terus dan meningkatkan kualitas pendidikannya”, ungkapnya haru.

Demikian testimony dari seorang Mustahiq yang di wawancari oleh siswa (Khalizha) murid yang duduk di kelas 10 Madrasah Aliyah yang ikut meliput acara bakti ramdhan ini tak sedikit dari santri FSJ MAZ atau Forum Studio Jurnalis Mahad Al-Zaytun, di tugaskan untuk meliput acara di lapangan sejak tanggal 06 juni 2017.

WhatsApp Image 2017-06-08 at 08.07.14

Presiden Santri MAZ (Zaid Abdul Zabar) mengutarakan kebahagiaannya mengikuti giat ramadhan dengan bersekolah di Al-Zaytun, semua ini karena sekolah ini memiliki fasilitas terkomplit dan gedung gedung termegah berdiri dengan kokohnya disini.

“Saya bangga bisa sekolah di sini dan bersyukur bisa sekolah dalam hutan ini atau City in The forest ini, karena tak hanya materi akademik yang saya rasakan sangat baik namun juga kami di ajarkan langsung bagaimana prakteknya, benar benar memberi lebih baik dari pada menerima kepada yang berhak memerimanya”, ungkap sang presiden MAZ.

“Dan saya pasti akan selalu mengkawal acara ini, karena ini salah satu hobi saya bertemu bercerita dan berbagi kepada masyarakat yang ada di sekeliling Al-Zaytun”, Ungkap Zaid Abdul Zabar bangga.

WhatsApp Image 2017-06-08 at 07.14.12

Tepat waktu sholat dzuhur di Desa Gabus Wetan, mereka lakukan shalat berjama’ah dan disore harinya setelah shalat ashar berjma’ah mereka beristirahat sejenak, setelah membagikan bingkisan ke kediaman para mustahiq, tugas diakhiri dengan berbuka puasa di masjid Desa Suka Selamet

WhatsApp Image 2017-06-08 at 08.06.47

Terlihat tak satupun santri yang mengeluh dalam tugasnya hingga tuntas, walaupun perjalanannya berpuluh puluh kilo meter dan berjam jam menaiki truk dengan terombang ambing dikarenakan kondisi sepanjang jalan yang dilalui menuju desa desa jalanannya rusak parah karena belum juga diperbaiki.

WhatsApp Image 2017-06-08 at 08.06.50

Petugas acara (seorang santri MAZ kelas 7) mengatakan, “Kami seperti menaiki perahu yang dihempas hempaskan ombak yang ganas kami lalui semua itu karena kami sudah terlatih menjadi pramuka atau pandu yang baik”, ungkapnya

Diamini Mentri HUMINFO Mahad Al-Zaytun, “itu semua mampu kami lalui dan kami berharap program ini akan menjadi program yang selalu tambah semarak dan juga menjadi lebih baik lagi”, tegas Savina Thalitha

“Sudah kewajiban pemerintah setempat untuk mengambil langkah guna kenyamanan warganya serta kelancaran transportasi demi meningkatkan sirkulasi ekonomi masyarakatnya”. (red)

(RI)

Redaksi
About Redaksi 608 Articles
Penggiat Sosial dan Kemanusiaan

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*