Hijikata Toshizo, Karakter Manga Di Dunia Nyata

Budayabangsabangsa.com – Jakarta

Sebuah manga dan anime karya Nobuhiro Watsiko yang berjudul Rorouni Kenshin (Samurai X) ini termasuk anime jadul yang diambil dari kisah nyata (pada tahun 1998 ditayangkan di Indonesia). Salah satu tokoh dalam cerita tersebut akan diulas di Budayabangsabangsa.com yaitu karakter Aoshi Shinomori (Hijikata Toshizo).

Hijikata Toshizo (lahir di Hino, 31 Mei 1835 – meninggal di Hakodate, 20 Juni 1869 pada umur 34 tahun) adalah seorang samurai, wakil komandan Shinsengumi, juga pemimpin militer Jepang yang hidup pada masa Bakumatsu melawan Restorasi Meiji.

Dia merupakan sosok yang pendiam, memiliki postur tubuh yang tinggi sekitar 165 cm dibandingkan rata-rata pria Jepang pada zamannya. Sosok yang dijuluki ‘Oni no Fukuchou’ yang berarti Komandan Iblis (pembunuh berdarah dingin) ini memang dikenal sangat manja (saat kecil), tegas dan kejam. Ia tidak kenal kompromi dalam menegakkan peraturan.

Masa mudanya dihabiskan untuk berjualan obat produksi Ishida Sanyaku yang mampu menyembuhkan luka luar dan patah tulang yang merupakan bisnis keluarganya.

Ia belajar bela diri Kenjutsu secara autodidak. Kemudian Hijikata diperkenalkaosian dengan Kondo Isami oleh Satō Hikogorō (kakak iparnya) dan secara resmi menjadi murid Sheikan Tennen Rishin-ryū pada tahun 1859. Oleh karena itu ia dikenal juga sebagai salah satu petarung yang sangat disegani dalam sejarah Jepang dengan menggunakan kenjutsunya yang khas yaitu Shinsengumi-Kenjutsu yang merupakan gaya petarung dari Tennen Rishin-ryū.

Hijikata yang telah bergabung dengan Kondo Isami ini bersama membentuk Shinsengumi yang berperan sebagai pasukan khusus kepolisian pelindung Kyoto yang merupakan Ibukota Jepang saat itu. Bersama semua anggota Shinsengumi, Hijikata diangkat sebagai hatamoto (seorang samurai dari Jepang yang feodal) pada tahun 1867. Pangkatnya sebagai yorai-kaku pada awal tahun 1868.

Hijikata meninggal dalam pertempuran terakhirnya yang berlangsung pada 20 Juni 1869, Hijikata tertembak sebutir peluru di atas punggung kuda yang ditungganginya.

Makam Hijikata tidak diketahui letaknya, namun sebuah prasasti yang didirikan di dekat Stasiun Itabashi, Tokyo berdampingan dengan prasarti untuk Kondo Isami.

Puisi kematiannya ditulis oleh Ichimura Tetsunosuke: “Meski tubuhku membusuk di pulau Ezo, arwahku menjaga Tuanku di Timur”. (ZUN)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*