Eni Amaliah “Masyarakat Yang Maju, Menempatkan Kebiasaan Membaca Sebagai Kebutuhan Hidup”

DIS-PEN-PEMERINTAH-KAB.-TANGGAMUS-LAMPUNG

Budayabangsabangsa.com – Tanggamus, Lampung. Masyarakat yang maju, menempatkan kebiasaan membaca sebagai salah satu kebutuhan hidup. Hal ini dikatakan oleh Ketua, Pimpinan Daerah (PD) Ikatan Pustakawan Indonesia (IPI) Provinsi Lampung Eni Amaliah saat mengunjungi Kabupaten Tanggamus, dalam rangka donasi buku.

Menurut Eni Amaliah, ada hubungan yang erat antar tingkat kemajuan serta kecerdasan suatu bangsa dengan minat baca masyarakat, yang mana semakin cerdas suatu bangsa, semakin tinggi minat baca masyarakatnya. Selain itu, keluarga merupakan komunitas yang sangat berpengaruh bagi pertumbuhan dan perkembangan anak, minat dan kemampuan anak dibentuk dari keluarga dimana ia dibesarkan, termasuk minat membaca.

“Selain keluarga, ada juga sekolah serta pemerintah dan masyarakat yang turut aktif mendorong anak untuk membaca, dan untuk menjadikan kebiasaan membaca itu, seluruh elemen harus bekerjasama. Kemudian Pemerintah haruslah memfasilitasi dengan baik, setiap Kabupaten, kecamatan, kelurahan, pekon, dusun harus ada perpustakaan atau taman baca. Sehingga tidak lagi didapati masyarakat yang kesulitan mendapatkan bahan bacaan,” katanya, Senin (2/1).

Eni Amliah yang didampingi Ketua IPI Tanggamus Zonizar mengatakan, dalam rangka kontribusi nyata dan implementasi serta komitmen IPI Lampung, dalam hal meningkatkan minat baca masyarakat tersebut, dibuktikan dengan terus mendonasikan buku-buku layak baca. Seperti belum lama ini telah mendonasikan ratusan buku kepada pengurus rumah baca “Pada Suka Pintar” Dusun Suka Pintar, Kecamatan Air Naningan, Kabupaten Tanggamus.

SD KAB TANGGAMUS LAMPUNG
SD KAB TANGGAMUS LAMPUNG

“Program donasi buku ini sebagai bentuk kepedulian IPI Lampung dalam membantu program pemerintah, dan sesuai dengan UUD 45 bahwa setiap warga negara berhak mendapatkan informasi, maka donasi buku ini diharapkan bermanfaat dan tidak ada lagi kesenjangan informasi di antara masyarakat disebabkan tempat tinggal yang terpencil atau jauh dari perkotaan,” ujarnya.

Sementara itu Ketua IPI Tanggamus Zonizar menambahkan, khusus Kabupaten Tanggamus, sebenarnya antusias masyarakatnya, utamanya kalangan anak-anak dan remaja sangat tinggi untuk membaca. Namun belum maksimalnya peran Pemerintah, dalam hal ini pihak Pendidikan dan Perpustakaan daerah, untuk mengadakan atau melengkapi perpustakaan yang ada, dengan koleksi buku serta anggarannya, sehingga minat baca masyarakat belum tersalurkan maksimal.

“Kalau berbicara dengan sarana perpustakaan, belum semua sekolah di Tanggamus yang memiliki perpustakaan, kalaupun ada, tampak sepi pengunjung, karena koleksi buku yang tidak memadai. Padahal berdasarkan peraturan Bantuan Operasional Sekolah, 2,5 persennya untuk perpustakaan, nah di Tanggamus ini, peraturan tersebut tidak berjalan. Begitu juga dengan Perpustakaan daerah sepi pengunjung, karena pegawai dan stake holder di lembaga tersebut tidak profesional, tidak menguasai bidangnya,” imbuhnya.

(Budi wm & Samsuri )

Redaksi
About Redaksi 534 Articles
Penggiat Sosial dan Kemanusiaan

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*