Eks Wanita Tuna Susila di Panti Sosial Ikut Rekreasi

Budayabangsabangsa.com – Jakarta, Puluhan eks wanita tuna susila di Panti Sosial Bina Karya Wanita Harapan Mulia milik Dinas Sosial DKI Jakarta diajak berekreasi ke Sari Ater, Subang, Jawa barat. Sebanyak 102 warga binaan sosial, 38 pendamping mengikuti rekreasi tersebut.

Kepala Panti Sosial Bina Karya Wanita Harapan Mulia, Etty Supriatin mengatakan pada Rabu (30/11), rekreasi ini bagian dari pembinaan rehabilitasi sosial. Karena di panti ini, warga bina sosial akan mengikuti masa rehabilitasi selama 180 hari.

“Ini untuk menambah pengalaman mereka. Tujuan kami memberikan pelayanan rehabilitasi sosial kan untuk menjadikan mereka normatif. Jadi salah satu cara agar mereka kembali semangat dan termotivasi untuk ikut pembinaan adalah mengajak mereka rekreasi,” tandas Etty.

Pada saat rekreasi, lanjutnya, warga binaan sosial diajak untuk menikmati pemandian air panas. Ini agar mereka bisa rileks dan santai setelah menjalani rutinitas di panti.

“Rekreasi ini juga untuk memupuk persaudaraan kami. Karena sebenarnya di panti ini kami keluarga. Harus bisa saling membimbing dan memotivasi untuk berubah menjadi manusia yang lebih baik,” kata Etty.

Selama 180 hari dalam masa rehabilitasi, lanjutnya, merupakan masa yang krusial untuk merubah warga binaan ini menjadi lebih baik. Pihaknya tidak hanya memberikan pembinaan keterampilan untuk modal bekerja saja.

“Jadi kami tidak hanya memberikan pelatihan keterampilan seperti tata boga, tata rias, jahit dan sebagainya. Tapi pembinaan mental spritual juga perlu kami berikan. Supaya mereka mau berubah dan memiliki pekerjaan yang lebih baik usai pembinaan,” kata Etty.

Selain itu, ia berharap rekreasi ini mampu meningkatkan dan menyegarkan kembali fisik dan mental mereka untuk mengikuti aktivitas sehari-hari nanti. Sehingga dapat meningkatkan motivasi dan semangat untuk menjadi lebih baik.

About admin 269 Articles
Seorang Admin Yang Hobi dengan Berita dan Web Programming

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*