Dilecehkan Di Medsos, Ulpha Amoy Akan Lapor Polisi

Budayabangsabangsa.com – Jakarta, Kehidupan dunia maya dalam aktivitas internet atau sering disebut dengan istilah Dunia Cyber memang penuh dengan kebebasan. Pergaulan dalam dunia Cyber yang bebas seringkali membuat orang menjadi tak terkendali. Dunia Cyber menjadi sebuah media sosial yang tak bertuan.

Menjadi sebuah masalah ketika postingan di media sosial melanggar etika moral ataupun Cyber Law. Seperti dialami oleh seorang artis dangdut Ulpha Amoy dari Sulawesi Selatan yang merasa difitnah dan dicemarkan nama baiknya melalui dunia medsos.

Dalam konferensi pers yang di gelar di kantor redaksi media sorot keadilan Ulpha Amoy artis dangdut pendatang baru yang masih keturunan bangsawan Bugis mengatakan kepada awak media,”Saya merasa dilecehkan di media sosial, karena 2 hari yang lalu (tanggal,10/11/2016) saya mendapat postingan gambar kiriman dari Andi Boy yaitu Gambar Foto Telanjang terpotong dengan muka saya. Jadi sebuah foto telanjang dilakukan editing dan wajahnya diganti dengan muka saya,” Ungkap Ulpha di lantai V gedung dewan pers kebon sirih jakarta pusat (12/11/2016).

“Saya merasa bahwa nama baik saya sudah dicemarkan dengan postingan tersebut dan saya akan melaporkan ke Polda Metro Jaya atas pencemaran nama baik saya dan juga mencemarkan nama baik kerukunan sulawesi-selatan”,Terang Ulpha Amoy.

Pemred media sotrot keadilan Andi Mulyati yang kebetulan keluarga Ulpha Amoy menambahkan,”Hal ini jelas membuatnya kaget serta shock, kasus ini bukan direkayasa atau numpang ngetop, ia tidak pernah punya musuh atau jahat dengan seseorang, keponakan saya jadi artis bukan dengan menjual aqidah, karir didapat sesuai kemampuannya, setelah rapat keluarga dia sepakat Ulpha didampimpingi Azam Khan SH untuk mengurus kasus pencemaran nama baik dan pelanggaran IT,”Katanya kepada awak media.

Azam Khan SH selaku pengacara Ulfa Amoy menegaskan,” Saya merasa prihatin dengan kasus Ulfa Amoy ini, dan kami akan menindak lanjuti laporan ini ke Cyber Crime Krimsus Polda Metro Jaya, karena mengumbar aurat yang ternyata bukan milik Ulfa Amoy.”

“Kasus Ulfa ini melanggar dalam Pasal 27 ayat (3) UU ITE akan dijerat dengan Pasal 45 Ayat (1) UU ITE, sanksi pidana penjara maksimum 6 tahun dan/atau denda maksimum 1 milyar rupiah.
Atau hukuman Pidana pasal 311 KUHP,
(Pencemaran nama baik), secara pribadi dimaafkan apabila pelaku ternyata kenal tetapi proses hukum harus tetap berjalan,” tambahnya.

Makin maraknya kejahatan di dunia Cyber memang perlu mendapatkan penangangan yang cepat dan serius. Dengan semakin canggihnya peralatan yang modern diharapkan pihak kepolisian akan dapat dengan cepat menangkap pelaku pengunggah postingan yang selain melanggar Undang Undang Pornografi juga Undang Undang ITE. (Diana)

About Redaksi 454 Articles
Penggiat Sosial dan Kemanusiaan

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*