Buku Harianku Film Musikal Keluarga Rilis 12 Maret 2020

Budayabangsabangsa.com, Jakarta 9 Maret 2020 – Bro’s Studio bersama Blue sheep Entertainment bakal merilis film terbarunya berjudul Buku Harianku pada 12 Maret 2020 mendatang.

Film yang disutradarai oleh Angling Sagaran dan naskahnya ditulis oleh Alim Sudio merupakan sebuah film musikal keluarga.

Ada konflik antara mertua dengan menantu, kakek dengan cucu, ibu dan anak,suami dengan istrinya,juga konflik sesama anak.
Ada kesedihan dan perasaan haru. Sangat menyentuh. “Cocok sebagai tontonan anak dan dewasa. Jadi secara singkat film Buku Harianku ini bahan dasarnya adalah keluarga, sementara bumbunya adalah musikal,”ungkap Angling.

Sebagai pemeran utama, Kila Putri Alam, penyanyi cilik berusia 10 tahun yang merupakan alumni Indonesia Idola Junior 2014. Kila juga turut mengisi album soundtrack film ini yang berisi 10 lagu.

Benerapa lagu dalam album tersebut,antara lain ” Burung Parkit”, “Bahasa Isyarat”,dan “Buku Harianku”.

Di film ini Kila beradu akting dengan aktor senior Slamet Rahardjo Djarot (71 tahun) yang berperab sebagai Kakek Prapto.

“Unsur utama film ini adalah lagu,di mana lagu-lagu tersebut ditulis untuk anak-anak, degan bahasa anak-anak, dan aransemennya tetap dibuat menghibur untuk anak-anak. Setelah menonton filmnya, orang masih bisa menikmati lagu-lagunya. Hal tersebut membuat pengalaman menikmati Buku Harianku tidak berhenti cuma lewat film aja,” kata Andri Putra, salah satu eksekutif produser dari Bluesheep Entertainment.

Sebagai penata musik ada Alfa Dwiagustir dan Irvan Natadiningrat yang membuat musik ilustrasi.

“Film Buku Harianku sangat positif sebab kita sudah sangat kekurangan film anak-anak yang sarat pesan moral, tapi tidak terkesan menggurui. Kita juga sudah lama sekali tidak melihat sebuah buku harian dan kebiasaan menuliskan sesuatu yang jujur ke dalamnya,” kata Alfa Dwiagustiar yang sebelumnya menjadi penata musik film A : Aku, Benci, dan Cunta (2017).

Produser Bobby Bossa dari Bro’s Studio berharap kehadiran BUKU HARIANKU bisa ikut memperkaya keragaman perfilman Indonesia dan menambah tontonan hiburan untuk keluarga Indonesia.

“Selain menghibur, ada banyak nilai keluarga, dalam arti luas yang juga melihatkan kakek-kakek, para asisten rumah tangga di rumah, bahkan temen-teman di lingkungan tempat tinggal-dalam film ini. Karena manusia sebagai mahluk sosial, biasakan anak untuk bersosialisasi atau berteman tanpa membeda-bedakan. Biarkan mereka bermain bersama,” kata sang produser.

Dwi Sasono (memerankan tokoh Arya Winoyo), Winda Mulia ( Riska Handayani), dan Widuri Putri Sasono ( Rintik), Gary Iskak (Samsudi), Bacum Hakim (Cendol), Astanur Cahya (Ambon), Ence Bagus ( Kelik), Wina Marrino ( Neneng),Tizza Radia ( Cicih), serta didukung empat pemain cilik lainnya, yaitu Fairel K. Ramadhan( Bayu), Daffa Raqila Putra (Danu), Kayyisah Zahra Rusydian (Yuni), dan Samanta Zulaikha (Ayu).

Berkisah tentang Kila, anak berusia delapan tahun yang ceria,cerdas,kritis, tapi juga keras kepala. Dia senang mencurahkan isi hati dengan menulis di buku harian.

Suatu ketika, oleh ibunya Kila dititipkan sementara sekaligus mengisi masa liburan ke rumah kakeknya, Prapto Winoyo, di Desa Goalpara, Sukabumi.

Di desa yang asri tersebut Kila bertemu kembali dengan kawan lamanya, Rintik, yang diproteksi oleh ibunya karena menyandang disabilitas. Pun demikian, melalui penggunaan bahasa isyarat mereka berdua bisa lancar berkomunikasi dan menjadi sahabat.

Keceriaan Kila semakin bertambah karena mendapatkan teman-teman baru yang sebaya di desa tersebut. Bersama mereka menghabiskan waktu bermain, bernyanyi riang. bahkan ikut latihan baris berbaris dengan komando Kakek Prapto yang seorang pensiunan tentara.

Ternyata tanpa sadari, keceriaan bermain di desa tersebut terusik oleh masalah yang di timbulkan oleh seorang pengusaha properti bersama dua asistennya.

Berbekal rasa keingintahuannya terhadap berbagai masalah dan kepedulian terhadap sekelilingnya, Kila bersama teman-teman ciliknya terpanggil untuk ikut membantu warga desa keluar dari jeratan perangkap sang pengusaha properti.

FILM ini tayang di bioskop bioskop tanah air mulaih tgl 12 Maret 2020.

(Sar/Sum)

Redaksi
About Redaksi 865 Articles
Penggiat Sosial dan Kemanusiaan

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*