Bubrah Kawah Mewakili Kulon Progo Pada Kirab Budaya Purworejo

Bubrah Kawah mewakili KulonProgo pada kirab budaya Purworejo

Budayabangsabangsa.Com – Purworejo Kamis (05/10/2017).

Bubrah kawah adalah sebuah tradisi yang ada di Perbukitan Menoreh Yogyakarta, pun tidak semua desa yang ada di Pegunungan Menoreh ini masih melestarikan tradisi turun temurun dari zaman nenek moyang ini. Salah satu desa yang masih melestarikan tradisi bubrah kawah tersebut adalah di Desa Beji, kecamatan Wates Kabupaten Kulon Progo. Tradisi bubrah kawah adalah sebuah tradisi yang turun temurun sejak zaman nenek moyang hingga sekarang. Bubrah kawah biasanya dilaksanakan di desa apabila ada hajatan pernikahan, dimana bubrah kawah tersebut dilaksanakan malam sebelum akad nikah,semacam seserahan kalau zaman sekarang.

Bubrah Kawah mewakili KulonProgo pada kirab budaya Purworejo

Hari ini Kamis 05 Oktober 2017 bertepatan hari lahir kota Purworejo yang ke 1.116 sebuah Kabupaten yang cukup tua di Jawa Tengah ini menggelar agenda tahunan yaitu kirab budaya.KulonProgo sebagai Kabupaten tetangga sebelah timur Purworejo kali ini di undang sebagai kontingen tamu selain delapan Kabupaten yang lain.

KulonProgo menghadirkan tradisi Bubrah Kawah yang di wakilkan oleh desa Beji Kecamatan Wates ,yang mana tim ini merupakan juara umum pada acara karnaval dalam rangka ulang tahun kemerdekaan Republik Indonesia agustus lalu diKulonProgo.

Menurut Marjono salah satu koordinator dari kontingen tersebut,selain KulonProgo hadir pula kontingen kabupaten lain yaitu: Purbalingga, Kendal,Kebumen, Magelang, Temanggung, Wonogiri, dan Pemalang, selain 16 tim kontingen dari 16 kecamatan di Purworejo sendiri.

Bubrah Kawah mewakili KulonProgo pada kirab budaya Purworejo

Sejak pukul 12:00 selepas dhuhur mereka sudah siap di Alun-alun kota, adapun rute yang dilalui adalah SMA N 7,Gedung DPRD,Kodim 0708,Otonom (dipanggung kehormatan ini setiap peserta tampil khusus 3 menit),kemudian melanjutkan kirab menuju Masjid Agung,Bebek H.Dargo,Hotel Intan,dan setelah berjalan sekira dua kilometer finish di Gedung Kesenian.

Selain di Alun-alun Purworejo sendiri , ribuan penonton rela berjubel menahan panas matahari disepanjang jalan kota hanya untuk menonton secara langsung acara parade seni ini.

Peserta dengan aneka kreatifitas berhasil memukau penonton untuk tetap betah menyaksikan dilokasi. Sementara saat melintas penampilan Ogoh-ogoh dari desa Doplang, Kecamatan Purworejo, Bupati Agus Bastian berkesempatan menusuk Ogoh-ogoh tersebut sebagai tanda harapan matinya segala jenis angkara murka dibumi.

Acara yang berlangsung meriah kemudian nanti akan dinilai dari kontingen 16 kecamatan tadi.

Dengan acara ini harapannya generasi muda tidak lupa dengan nilai-nilai luhur tradisi pendahulu, dan bangga mewakili KulonProgo sebagai kontingen tamu diacara ini, Marjono menambahkan.

(Har).

About Redaksi 454 Articles
Penggiat Sosial dan Kemanusiaan

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*