Berbagai Penampilan Santri Ikut Memeriahkan Peringatan Acara 1 Syuro 1441 H di Ma’had Al-Zaytun

Budayabangsabangsa.com – Indramayu

Ahad, (01/9/2019) peringatan 1 Syuro’ 1441 H di Ma’had Al-Zaytun dimulakan dengan berbagai penampilan, mulai dari tampilan seni tari, seni suara, seni musik hingga cabang olahraga seperti pencak silat dan karate. Penampilan diisi oleh santri dari berbagai tingkat mulai dari MI, MTs, MA hingga perguruan tinggi yang disuguhan khusus untuk tamu yang hadir sebelum acara inti dimulai.

Tim tari dari kelas 1 MI yang membawakan tarian asal Sumatra
Tim tari dari kelas 1 MI yang membawakan tarian asal Sumatra

Para tamu disuguhkan dengan berbagai pentas seni tari dari berbagai tarian daerah dan tarian mancanegara. Tarian ini dibawakan oleh para santri yang sedang menimba ilmu di Mahad Al Zaytun, santri kelas 9, 11 dan 12.

Seni tari yang disuguhkan dari beberapa daerah di Indonesia, yaitu dari daerah Sumatera Tari Lancang Kuning, Banyuwangi Tari Jejer Gandrung, Bali Tari Manuk Rawe. Tari Lintas Budaya Bangsa yang disuguhkan dari 3 Negara, yaitu Indonesia, Jepang dan India.

Peserta tari ini dilatih oleh Guru Kesenian, Ibu Puruhitari, biasa di panggil dengan Ibu Tari. Yang memang rutinitas nya adalah seorang guru kesenian yang telah mengajar di Mahad Al Zaytun sejak 3 tahun lalu. Beliau sejak kelas 5 SD sudah mempunyai Sanggar Tari, di Surabaya hingga sekarang.

Tim Pencak Silat Al-Zaytun
Tim Pencak Silat Al-Zaytun

Harapannya, Kesenian dari berbagai daerah ini jangan sampai punah, terus dilestarikan. Hingga sampai ke mancanegara, bisa menampilkan seni dari berbagai daerah di Indonesia hingga Go International.

Vani dan Vania, penari dari santri Al-Zaytun kelas 12 yang sedang di wawancarai oleh tim media Budayabangsabangsa.com
Vani dan Vania, penari dari santri Al-Zaytun kelas 12 yang sedang di wawancarai oleh tim media Budayabangsabangsa.com

“Semoga seni tari dapat terus dilestarikan, dan saya berharap seni tari di Al-Zaytun ini terus berkembang, baik penari perempuan maupun laki-lakinya, karena saat ini masih minim penari laki-laki, khususnya di Ma’had Al-Zaytun ini,” harapan Vani dan Vania sebagai santri sekaligus salah satu penari yang tampil.

Ma’had Al Zaytun yang mempunyai Motto “Pusat Pendidikan Pengembangan Budaya Toleransi Dan Perdamaian”. Motto yang sudah diterapkan dalam aktifitas sehari-hari para santri, guru dan seluruh eksponen yang ada di lingkungan Mahad Al Zaytun.

Mari kita terus lestarikan budaya seni tari daerah di Indonesia, hingga dikenal oleh mancanegara. (Rahma/Ratna Kartika)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*