Bank Sampah Kelurahan Sukapura Perlu Perhatian Pemerintah

Budayabangsabangsa.com – Jakarta, Bank sampah yang dibangun dari anggaran Corporate Sosial Responsibility (CSR) sebuah perusahaan swasta yang terletak di Rw 07 Cilincing Jakarta Utara dengan luas 43 m ini tetap eksis meski terseok – seok dikarenakan minimnya anggaran oprasional.

Menurut salah seorang keterangan pengurus Rt di Kelurahan Sukapura yang enggan disebutkan namanya mengatakan, sudah hampir satu tahun lebih bank sampah ini beroperasi, namun tidak ada perhatian dari lurah, padahal semasa kepemimpinan  Lurah Supardi, saya sering mengusulkan agar ada petugas ppsu yang ditugaskan di bank sampah tersebut, sehingga dengan keterlibatan petugas ppsu di bank sampah, kita juga dapat mengusulkan anggaran operasional keberadaan bank sampah tersebut, ini sangat relevan dengan instruksi gubernur yang mengharuskan setiap Kelurahan memiliki tiga bank sampah, katanya.

"namun hingga Supardi pindah ke Kecamatan Kelapa Gading, usulan saya tidak diakomodir, alhasil, bank sampah mengalami masalah serius, biaya operasional (produksi) lebih tinggi dibandingkan dengan pendapatan yang masuk, terang saja bank sampah ini berjalan dengan terseok – seok, saya berharap, Lurah Sukapura yang baru Anggoro, mau mengakomodir keinginan warga dengan memberi perhatian terhadap operasional dan pembangunan bank sampah di RW 07 yang hampir tutup, karena, jika pemerintah, dalam hal ini Kelurahan hanya berpangku tangan, maka dapat dipastikan bank sampah di Rw 07 ini tutup seperti bank sampah di Rw 03," imbuhnya dengan nada khawatir.

Sayang saat dikonfirmasi di Bank Sampah Kelurahan Sukapura Cilincing Jakarta utara di Rw 07 Jum'at (12/02), Markus, penanggung jawab sekaligus pendiri bank sampah tersebut tidak ada di tempat.

Hasil wawancara tim liputan media ini di beberapa Rw kelurahan Sukapura diperoleh keterangan bahwa: masyarakat Kelurahan Sukapura sangat senang dengan adanya bank sampah,"kami sangat senang bisa mempunyai uang tambahan dengan memilah sampah – sampah yang bernilai ekonomi seperti botol aqua, buku, kertas, karton dll, sampah tersebut jual ke bank sampah, kemudian kami punya tabungan deh," ungkap Tasman salah seorang warga.

Keberadaan bank sampah sangat efektif untuk memberdayakan masyarakat serta lingkungan, selain lingkungan menjadi bersih, penghasilan warga juga bertambah, hal ini harus tetap dipertahankan dan menjadi perhatian pemerintah, namun bagaimana jika pemerintah cuek seperti era kepemimpinan lurah Supardi ? mungkin bank sampah yang pdoduktif  akan berangsur berubah menjadi bank tumpukan sampah yang menimbulkan penyakit bagi warga sekitar, semoga lurah yang baru ini mengerti dan peduli terhadap kebutuhan warganya.(Agus)

About admin 269 Articles
Seorang Admin Yang Hobi dengan Berita dan Web Programming

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*