Angkutan Kereta Api Di JICT Menekan Dwelling Time Ke Titik Terendah

Budayabangsabangsa.com – JAKARTA, seperti diketahui bahwa: dwelling time di Pelabuhan Tanjung Priok Jakarta Utara memakan waktu sangat lama, menurut catatan, dwelling time memakan waktu 8 hari, dengan dioperasikan – nya Kereta Api pengangkut container, ini dapat mengurangi dwelling time hingga 50%, hal ini diungkapkan Menteri Kemaritiman dan Sdm Rizal Ramli Kamis (18/02) di Pelabuhan Tanjung Priok.

"saya memberikan apresiasi yang setinggi – tingginya kepada PT.KAI yang telah memberikan kontribusi dan terobosan yang sangat cemerlang, dengan adanya kereta api  angkutan container yang langsung masuk pelabuhan, ini berdampak langsung kepada efisiensi dwelling time hingga 50%, dari 7-8 hari dwelling time bisa ditekan menjadi 2-3 hari saja," ujar Rizal.

"saya melihat kereta api pengangkut barang sudah siap dioperasikan, namun jalan – nya (rel) masih terlihat kumuh dan jorok, saya akan sampaikan hal ini kepada Direksi KAI agar segera dibenahi," tandas Menteri.

 
Rizal menambahkan,"dengan sistim angkutan barang menggunakan kereta ini, saya berharap dapat mengurangi kemacetan di Jalan – Jalan Raya Cilincing , Re Martadinata dan Yos – sudarso," harapnya.

Wiyanto, Pimpinan Proyek pembangunan rel kereta api dari Pasoso ke JICT dalam keterangan persnya mengatakan," pembangunan ini dimulai sejak November 2015 dan ditargetkan 4 bulan selesai, Januari akhir sebenarnya sudah selesai, namun karena ada keterlambatan gambar dari PT. KAI, pembangunan agak lambat, namun tetap sesuai skedjul atau target pengerjaan-nya, mengenai jalan kereta yang dinilai jorok oleh Menteri Rizal Ramli, Wiyanto menegaskan, itu bukan ranah saya, itu tanggung jawab KAI, dan memang attitude warga juga kurang bagus, kebanyakan dari mereka sudah terbiasa dengan kekumuhan," pungkasnya.

Menurut Wiyanto, pimpro proyek tersebut, proyek ini limpahan dari Kementerian Perhububgan dan menelan anggaran Rp. 50 Miliyard, katanya.(Redaksi)

About admin 269 Articles
Seorang Admin Yang Hobi dengan Berita dan Web Programming

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*