Ancol Hanya Untuk Orang Kaya

Budayabangsabangsa.com – JAKARTA, rekreasi dan hiburan merupakan hak setiap manusia, terlebih sebuah tempat rekreasi yang notabene memanfaatkan alam seperti pantai, sejatinya tempat wisata seperti itu memberikan ruang bagi si kurang mampu untuk menikmati nikmatnya pemandangan alam atau pantai, Taman Impian Jaya Ancol adalah sebuah pantai yang dimanfaatkan untuk wisata oleh pengelola dan berorientasi pada komersil atau bisnis, padahal, 80% dari biaya pembangunan wisata menggunakan APBD DKI Jakarta, tapi mengapa warga DKI Jakarta masuk Ancol dipungut biaya Rp. 15000/orang, mobil Rp. 60.000, belum lagi biaya masuk arena hiburan didalamnya.


Masuk Seaworld saja Rp. 100 ribu/orang, Dufan Rp. 40 – 50 ribu/orang, Atlantic Rp. 60 ribu/ orang, dengan biaya seperti ini banyak warga DKI Jakarta yang tidak bisa menikmati hiburan karena mahalnya biaya masuk Ancol dan berbagai tempat rekreasi didalam Ancol.

Asep warga Cilincing mengaku kecewa dengan mahalnya tarif masuk Ancol dan  fasilitas yang ada didalamnya," saya tidak bisa ajak keluarga saya ke Ancol, karena biaya masuknya saja Rp. 15 ribu/orang, sedangkan saya punya putra dan putri 3 orang, wah pokoknya saya benar – benar kecewa, saya berharap Gubernur DKI Jakarta memanggil pengelola Ancol atas pungutan biaya masuk Ancol dan fasilitasnya yang memberatkan kami ini,"ungkapnya.

Hasil pantauan redaksi, Ancol juga dinilai tidak bertanggung jawab atas matinya jutaan ikan di Ancol beberapa minggu lalu, Rika Humas Corporate Ancol mengaku tidak tahu penyebab matinya ikan – ikan tersebut," kami masih menuggu hasil lab, dan kami tidak ada kewenangan mengusut penyebab matinya ikan – ikan tersebut," ucapnya di Bandar Jakarta Ancol Jakarta Utara  beberapa minggu lalu. padahal semestinya Ancol ikut melestarikan dan menjaga kebersihan serta kesehatan laut yang notabene " dimanfaatkan" untuk komersialisasi wisata hiburan yang semestinya merangkul masyarakat bawah.(Redaksi)

About admin 269 Articles
Seorang Admin Yang Hobi dengan Berita dan Web Programming

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*