Penerimaan Peserta Didik Baru Tahun Ajaran 2019 – 2020, Provinsi DKI Jakarta Tetapkan Beberapa Syarat

Budayabangsabangsa.com – Jakarta

Penyelenggaraan penerimaan peserta didik baru untuk tahun ajaran 2019-2020 secara on line baik zonasi maupun tidak zonasi diselenggarakan Pemprov DKI Jakarta serempak di 5 wilayah kota dan 1 kabupaten, tingkat dasar hingga tingkat atas.

IMG-20190625-WA0004Dalam penyelenggaraan penerimaan siswa baru diwarnai dengan berbagai permasalahan antara lain ada yang kebijakannya kaku yaitu mengharuskan siswa menyertakan atau melengkapi SHUN sementara yang harus dilegalisir dan juga menunjukkan data identitas asli seperti KK dan Akte Lahir dan tidak ada yang boleh berkurang satu. Jika satu diantara itu tidak dapat dilengkapi maka siswa tidak mendapatkan nomor antrian dan daftar isi, hal ini terjadi di SMKN 55 Jakarta Utara. Banyak siswa yang harus pulang pergi untuk dapat melengkapi datanya, tetapi hal demikian tidak terjadi disekolah lain, seperti terlihat di SMAN 41, panitia tidak begitu kaku dengan kondisi siswa yang kurang lengkap persyaratan dan datanya.

Dan saat budayabangsabangsa.com mengkonfirmasi kepada kasudindik wilayah 1 budi melalui telpon selulernya tidak menjawab dan kadisdik DKI Jakarta Ratioyono hanya menjelaskan “Yang asli dibawa dan hanya ditunjukkan saja tidak diserahkan,” tetapi saya ditanyakan kembali jika tidak dapat menunjukkan satu diantranya misalnya Kartu Keluarga (KK) yang asli apakah siswa tidak berkenan untuk mengikuti seleksi dan apa solusinya kepala dinas pendidikan DKI Jakarta tidak menjawab.

Dengan adanya keharusan dibeberapa sekolah untuk menyertakan SHUN yang dilegalisir, SMPN 116 sibuk dengan melegalisir dan juga melaksanakan ppdb online tingkat SMP.

Kepala sekolah SMPN 116 Sukandar menjelaskan kepada budayabangsabangsa.com di meja kerjanya untuk memudahkan bagi orang tua siswa dalam menyediakan data perlengkapan ppdb, “Sudah di pampang petunjuk ppdb, bang berupa spanduk dan plang tentang jadwal ppdb yaitu mulai dari 12 juni hingga berakhir 12 juli 2019”.

“Sudah mulai jalur inklusi dan dapat 2 peserta dan Bu Sheba sebagai pembimbing, jalur prestasi sudah berjalan dan dapat 4 siswa, dan hari ini 24 juni jalur donasi umum hingga 28 juni 2019 dan lapor diri, untuk daya tampung ampn 116 siswa, 216 siswa dengan 12 siswa inklusi plus 5, tutur Sukandar.

Tahun ajaran 2018 – 2019 SMPN 116 Jakarta, nilai tertinggi untuk tahun 2018- 2019 ada peningkatan predikat dari D sekarang C jumlah nilai 227,86. Dan siswa yang memperoleh nilai sempurna , yaitu Layya, Fatiyya, Mutmainah memperoleh nilai sempurna 100 untuk mata pelajaran matematika. Dan sebagai dukungan untuk motivasi dari sekolahan memberikan sertifikat dan bonus dari kepala sekolah, uang sebesar Rp 100.000 dan memberikan 10 hasil terbaik USBN dan UNBK, Jelas Sukandar lagi.

Untuk pendukung sarana dan prasarana UNBK SMPN 116 masih membutuhkan support sumbang komputer dari Dinas 60 komputer, jelas Sukandar mengakhiri percakapan. (ZUL)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*